Yang...ini malam minggu yang keseribu
kau tahu aku selalu menunggu
katamu kau akan datang
,bila bulan bergeser ke utara
Yang...kembali malam minggu ini sepi
tanpamu di sisiku,dunia bagai berhenti
Adakah kau dengar desir suara angin
yang bertiup lirih di hatimu....
itu adalah suaraku,dalam senandung pilu
pada malam-malam gelap dipenantian sunyi
bagai melodi yang telah putus dawainya
tiada lagi kemanisan,tiada lagi kemanjaan
Aku ingin kau datang membasuh sepi di hatiku
Aku ingin kita berdua mendendangkan lagu yang sama
tentang cinta,tentang harapan,tentang impian
tapi bulan masih berada di selatan,musnah....
Yang..puisi ini kubuat di minggu yang keseribu satu
aku ingin ini adalah minggu yang terakhir
penantian yang terakhir,dan aku akan berada
ditengah laut,ditengah badai,dalam sepi riak gelombang
Yang,lihat jariku yang terlalu letih
puisi ini biarlah waktu yang melanjutkannya
akan kumasukan puisi ini ke dalam botol cinta
dan akan kulemparkan di tengah samudra
dan aku akan menanti si penemu botol itu
walaupun itu minggu yang kesejuta.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar