yang dulu masih saja menyusu manja pad abiyungnya
kini teracuhkan dan tak pernah di pandang perduli
di anggapnya sudah tak ada
hati tetaplah hati
tergores kata terluka nyeri
tersenyum menyeringai masih saja mati
kebahagiaan hati tersusun rapi
di kacaukan hanya dengan satu kata darinya
tangisan batin yang sunyi
walau harus ada senyjman terukir
hanya senyuman yang akan kau tatap
namun tak akan bisa kau raba tangisan jiwa
aku masih saja hidup
sampai saat ini masih saja bernafas
tapi ini aku lakukan
karena aku ingin melihat kau bahagia
dengan nyeri batin dalam laten ini
hanya seonggak kayu
yang akan bisa di bakar setiap saat
kau adalah semangat jiwa ku
tapi kau abaikan semua
semua pengorbanan batin
sehingga kini musnah lah ada dalam kehidupan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar