ia menatap langit,,,
tatapan ragu dalam raga
sunyi ia meramalkan diri nya
kepulan asap dari bibir nya menerawang tanya menghantam jiwa
tidak adakah lintasan hari tanpa bersolek kenistaan??
aku,,,,,,perempuan malam,,,aku begini hanya hanya uang ku cari
aku berjuang untuk hentikan tangis putri kecil ku,,,
seperti hakikat hamba yang suci...perempuan malam itu berdo'a
pelacur tetaplah pelacur,,,
telanjang,,,menggeliat di ranjang demi uang
jalang nafsu suami orang,,
sebelah mata mereka ketukan palu
ia pun mendekap putri kecilnya,,,
berlari,,,berlari ,,,,untuk tinggalkan sebuah persidangan
seakan''akan ia tak ingin putri kecilnya mendengar ibunya adalah
pelacur,,,,,,,
dalam hati ia berkata,,,,putri kecil ku maafkan ibu mu nak,,,
aku teringat ketika di bangku madrasah,,,,,
teringat firman''ingat adzab ku pedih''
TUHAN,,,,,,tangguhkan kekejaman mu itu
tetapkan KAU MAHA AMPUN,,,,,,,
TUHAN tetapkanlah surga di dalam kaki nya,,,,
ia tetaplah seorang ibu,,,
insan malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar