perdiri perempuan bermuka pucat
angin rintik hujan berkelebat dengan lambaian selendang
menengadah jingga membasuh muka pucat nya
seakan menunggu sebuah asa
yang tak tentu akan keberadaanya
janji pada setia
menunggu pun tiada terkira jemunya masih saja di lakukanya
menunggu jawaban hati yang masih saja di rundung ketidak pastian
apakah ini cinta?
atau hanya sebuah asa hampa
masih saja perempuan berpucat rupa
menanti dalam bisikan kesepian
bukan menanti kematian
bukan pula menanti sebuah sesosok raga berdiri di hadapan
yang di butuhkan hanyalah sebuah jawaban kepastian yang akan memberi sedikit kedamaian
sesungguhnya tidak banyak yang di harapkan
namun kenapa masih saja berdiri dalam kesepian
dengan hati kacau.........hancur berkeping
masih saja perempuan bermuka pucat
sesembari tersenyum merasakan nasib pilunya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar