ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB.

ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB.

salam sejahtera bagi smua.selamat datang di diary naea.yg hanya berisikan jeritan hati,yang tak dapat tersampaikan melalui tutur kata.bila ada kata yg tak berkenan.dan bila ketersinggungan dari pihak lain,itu suatu ketidak sengajaan.diary ini hanya lah suatu perjalanan cerita dari seoarang NAEA.seorang hamba,yang hanyalah ingin berkreasi tumpahkan isi hati.bila ada kurang bagus dalam berkarya bahasa.NAEA MOHON MAAF DAN HARAP MAKLUM ADANYA.
TERIMA KASIH

WASSALAMU'ALAIKUM WR.WB

Total Tayangan Halaman

Kamis, 12 Juli 2012

dhialog malam

Wahai Malam
Aku Insan Malam
Siapakah yang menjelma Malam
Aku ataukah Kau yang menjelma Malam?

Wahai Insan Malam
Aku Malam
tiada penjelmaan atas ku
Aku Malam lahir karena Alam
Alam yang berasal dari Sebuah Sifat

Wahai Insan Malam
Aku pun punya jiwa
jiwa malam ku gantungkan pada senja
bila senja tak mengurapi wajah ku
tiada kelembutan pada wajah malam ku

dan kau pun punya jiwa
jiwa mu menggantung pada perempuan berwajah subuh
bila tiada dekat tubuh
kemarau membasahi wajah

Wahai Insan Malam
Aku dan Kau sama
sama" menggantungkan pada sebuah jiwa
sama" berasal dari sifat
Aku dan Kau Satu

Insan Malam sudahi dialog ini
jangan nodai sebuah sifat
hanya sebatas ketiadaan jiwa
kembalilah pada rahim yang sudah mengering

~¤~Insan Malam~¤~

impian

Impian ku terbesar adalah
aku ingin mengadakan sebuah acara di "PENGARASAN'' dengan ''STAGE'' besar,,,
dimana "PANGGUNG'' bertemakan "PEMBEBASAN DJIWA" dimana TEMAN'' di PENGARASAN boleh meng'expresikan diri

entah itu Nyanyi(band) entah itu drama,,entah itu baca syair,, 

pada inti nya
SELARASKAN DALAM GERAK
MENYATU DALAM SAJAK!!

IMPIAN TERBESAR KU UNTUK PENGARASA DESA KELAHIRAN KU!!

terlunta

terlunta'' pada dahan yang tak lagi berkedip,,,
sandi alam yang begitu kelam
langit berkaca mata hitam
seperti para peziarah makam
serba hitam,,,
seperti nya tak kenal usia untuk menjadi penghuni makam,,,

utara dan selatan dalam telungkup jasad
kening tercium sajadah dari debu
doa'' melintas pada yang maha tunggal
kabut'' langit tak mau menepi,,,
tetapi para dada yang berdoa menepi
mereka baru ingat akan mati

MATI,,,,,

terpenjara dalam galau

aliran darah mengalir deras
langkah kaki melangkah lepas 
tetapi resah jiwa masih berkanvas
luka hati masih membekas 
luka hati memapak jelas

raga ku memang bebas
tetapi jiwa ku terkelupas
hingga jiwa ku lahirkan sesal
tangan ku berselempang di dada 
seperti nya nafas ku malas melawan waktu
walaupun doa ku sudah khusyu

lelah dan kalah
di sebuah pertarungan rasa
dalam ruang dan waktu aku bertanya
apakah orang yang terjerumus dalam kenangan tak mampu memiliki masa depan yang terbebas dari masa lalu??bila demikian,,untuk apa aku menjalani hari ini,,esok,,dan lusa?? untuk apa!!!??

sungguh cinta begitu lembut menjemput maut,,,

sungguh cinta membuat jiwa ku di ujung makam,,,

''Emosi Djiwa''
insan malam,,,

pergolakan jiwa

pergolakan jiwa kembali menerkam
warna langit yang begitu lembut terekam sunyi 
perjalanan ini pun ku lalui hanya dengan gerak 
gerak bibir tanpa suara 
gerak langkah kaki tanpa ketukan 
gerak mata yang mengalir,,kerap kali aku menyusuri,,ketika itu pula aku menghapus dengan lembut,,

aku sakit jiwa
aku gila 
kenapa jiwa ini kerap memanggil nama mu,,??dan meminta untuk duduk di sebelah ku 
aku teringat ketika ia memeluk dan berbisik yang menentramkan hati
satu anak perempuan satu anak laki,,
aku pun tertawa,,,

mario teguh berkata:
berjalan lah kearah timur,,kau akan temukan matahari yang baru
omong kosong
aku tak lagi mempercayai hari esok
sebab aku berjalan di hari esok itu hanya gerakan memutar saja
begitu tebal gelap nya bila mentari ingin mencuri kegelapan ku

''insan malam''

cinta dan iman

cinta,,,seperti iman
naik dan turun
naik dan turun nya tanpa di ketahui
seperti gemuruh langit yang lalai dalam ramalan
ingatkan saja ketika kau ingin melupakan aku
agar aku tak lagi memejam doa,,,

ngintip

mengintip pada dahan berembun,,,
saksikan perempuan bibir telanjang merah
dan rambut yang tak berkilau 
seperti nya perempuan itu berdiri di pena yang bisu aksara
setapak jalan ia berjalan diantara salah satu mimpi
namun mimpi itu tak menjadi nyata
sudah tak terhitung lagi tentang jalan yang ia tempuh
senandung hitam akhir nya menepikan banyang nya sendri
dan akhir nya ia hanya menunggu hujan

senandung rindu

semilir bayu hembuskan nafasnya
menerpa raga yang penuh nestapa
seakan ingin terbangkan ke angkasa
pejamkan mata
penuh pesona
menghirup angin yg begitu sejuk
segarkan organ yang mengering
hamparan pasir putih
silaukan mata
namun penuh dengan pesoona
debura ombak yang bersenandung merdu
ku lantunkan lagu rindu
penuh dengan syahdu
inilah yang terindah
inilah yang terkasih
inilah anugerah